Rabu, 14 Oktober 2015

Tugas Softkill Etika Profesi Akuntansi (Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan)

Nama                           :  Siti Rahmawati 
NPM                           :  27212083
Kelas                           :  4EB20 
Jurusan                        :  Akuntansi
Nama Dosen               :  WAHYU WIDJAYANTI. SE.,MMSI
Matakuliah                  :  Etika Profesi Akuntansi
Pokok Pembahasan     Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan
Sub Pokok Pembahasan          :       
1.      Pengertian etika 
2.      Prinsip – prinsip etika
3.      Basis teori etika
4.      Egoism
1.      Pengertian Etika
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu:
Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.
Definisi Etika Menurut Para Ahli
  • Pengertian Etika Menurut K. Bertens: Etika adalah nilai-nila dan norma-norma moral, yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
  • Pengertian Etika Menurut W. J. S. Poerwadarminto: Etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral).
  • Pengertian Etika Menurut Prof. DR. Franz Magnis Suseno: Etika adalah ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan pada tindakan manusia.
  • Pengertian Etika Menurut Ramali dan Pamuncak: Etika adalah pengetahuan tentang prilaku yang benar dalam satu profesi.
·       Pengertian Etika Menurut H. A. Mustafa: Etika adalah ilmu yang menyelidiki, mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.
2.      PRINSIP-PRINSIP ETIKA
Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.
1)      Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.
2)      Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
3)      Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.
4)      Prinsip Keadilan
Kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
5)      Prinsip Kebebasan
Sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
·         kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan.
·         kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan pilihannya tersebut.
·         kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
6)      Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.
Semua prinsip yang telah diuraikan itu merupakan prasyarat dasar dalam pengembangan nilai-nilai etika atau kode etik dalam hubungan antarindividu, individu dengan masyarakat, dengan pemerintah, dan sebagainya. Etika yang disusun sebagai aturan hukum yang akan mengatur kehidupan manusia, masyarakat, organisasi, instansi pemerintah, dan pegawai harus benar-benar dapat menjamin terciptanya keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran bagi setiap orang.
3.      Basis Teori Etika
a.       Etika Teleologi
Di dalam etika teleology terdapa dua aliran etika teleologi yang harus dipahami yaitu :
Ø  Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
Ø  Utilitarianisme
Kata utilitarianisme berasal dari bahasa latin yaitu utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja  satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.
b.      Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.
‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban  kita dan karena perbuatan kedua dilarang yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
c.       Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama.Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.
d.      Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang  sikap atau akhlak seseorang tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.Keutamaan bisa didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
4.      Egoisme
Istilah "egoisme" berasal dari bahasa Yunani yakni ego yang berarti "Diri" atau "Saya", dan -isme, yang digunakan untuk menunjukkan filsafat. Dengan demikian, istilah ini etimologis berhubungan sangat erat dengan egoisme.
Jadi dalam hal ini egoisme adalah motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri sendiri atau yang berarti menempatkan diri di tengah satu tujuan serta tidak peduli dengan penderitaan orang lain, termasuk yang dicintainya atau yang dianggap sebagai teman dekat. Istilah lainnya yang sangat dikenal yaitu egois.
Egoisme atau yang sering dikenal egois menurut saya merupakan suatu sifat atau perilaku yang tidak baik untuk dilakukan karena dapat menimbulkan hal – hal yang tidak diinginkan perasaan macam ini dapat menimbulkan perasaan-perasaan permusuhan terhadap orang lain dan kemudian menimbulkan ambisi atau keinginan  lebih jauh yang sia-sia.    

Sumber :












Sabtu, 04 Juli 2015

Nama : siti rahmawati
kls : 3eb20
npm : 27212083

B.

1. I (drive) (driving) in england when i suddenly (realize ) (realized) i was on the wrong side of the road.
2. While  i (work) (worked) at the restaurant, a coustimer (offier)(offered)me a job as a model.
3. When i (work) (graduated) from drama school, i (move) (moving) to los angeles.
4. We (live) (lived) in a tiny apartement when our first child (be) (was)born.
Nama : siti rahmawati
npm   : 27212083
kls       :  3eb20

1. ( until) they moved into an expensive apartement, they've become very snobbish.
2. He's frequently absent (in) class that indicates his lack (to) interest in schoo.
3. When an individual or a company borrows money (at) the bank, this money must be paid back (with) a specific date.
4. The production of pianos falls sharply (during) wartime.
5. The usefulness (on) water is absolutely important (to) us.

Jumat, 03 Juli 2015

tulisan

1. On can be used in the following ways :
     As a preposition : she was lying on the floor . It happened on a hot summer's day.
As an adverb: put your clothes on now. When the bus stopped he got on.
after the verb 'to be' : Is the central heating on?

In can be used in the following ways:
as a preposition (followed by a noun): the childern are in the garden. They met in 1973.
As an adverb (without a following noun) : come in and sit down.
after the verb 'to be' : 'is philip in? 'No, he's gone ou.'
As an adjective : it was the in thing to do.
at used for stating where someone or something is a. In a particular place.

2. Past can be used in the following ways:
As a preposition (followed by a noun) : it's past your bedtime. I walked past the post office.
as an adverb (without a following noun) : A policeman walked past. Months went past nothing happened.

Cross to go from one side of something such as a room or enclosed area to the other.

Trough can be used in the following ways: as a preposition (followed by a noun) : they were riding through a forest.
as an adverb (without a following noun): there's hole in the roof where the rain comes through.

Along can be used in the following ways:
As a preposition (followed by a noun ) : go along south street and turn left.
as an adverb (without a following noun) : can i bring the childern along?

Kamis, 21 Mei 2015

Nama : siti rahmawati
Kls      : 3eb20
npm   : 27212083

Hal : 64
no   : 7-12

7. Keep off my property (consequently). I'li have you arrested.
8. The young man needs a car for his work (furthermore) / he is going to buy one right away.
9. It's too late to go to the movies (however), i dont like the picture they're playing.
10. He seems to be a verry intelligent and able man (besides). I dont think he is suited for this particular.
11. I did a rough outline (then). I wrote the report.
12. Harrison is intelligent (however). He is well educated.

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2

Dibuat oleh :


Nama              : Siti Rahmawati
NPM              : 27212083
Kelas              : 3EB20
MataKuliah     : Bahasa Inggris Bisnis 2
Nama Dosen   : Bu Suci Riyanti 


1.      Make the setence otherwise, meanwhile, likewise, then and still
Otherwise : if it were otherwise, we would be unable to acquire knowledge
Meanwhile : Julie has meanwhile found herself another dancing partner
Likewise : the dream of young people is to grow old, and it is likewise the dream of their parents to relive youth
Then : I was living in Cairo then
Still : the still body of the young man
2.      Make the setence by using next to, toward, round, into and out of
Next to : we'll go bali next to year
Toward : I walked toward the front door
Round : she was seated at a small, round table
Into : cover the bowl and put it into the fridge 
Out of : if he called, she'd pretend to be out of

Selasa, 19 Mei 2015

Nama : siti rahmawati
npm    : 27212083
Kls       : 3eb20

page 40.
no 9-15

9. Mr and Mrs Harrison have been in colombia (from) last August.
10. Please submit your reports to me (on) thursday (at) the latest.
11. The clerk said he was tired (of) hearing complaints day after day.
12. I think Martha was pleased (for) the gift I gave her for her birtday.
13. Paul is interested (of) getting some information about that college.
14. Mr Anderson is responsible (by) hiring and firing employees.
15. My plan is similiar (for) yours, but it's quite different (with) frank's.